Hari Otda XXVI: Wujudkan ASN yang Proaktif dan Berakhlak

0
160
Wagub Sultra Lukman Abunawas mengikuti upacara virtual peringatan hari Otda XXVI. Sumber Foto Jufri Bonekarsa

BUTONNEWS.COM:KENDARI– Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) Lukman Abunawas mewaklili Gubernur hadir dalam acara puncak peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) XXVI yang digelar secara hibrid, Senin (25 April 2022). Wagub hadir lewat video conference (vidcon) di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Asrun Lio turut hadir mendampingi Wagub bersama dengan sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov Sultra, yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ridwan Badallah, Kepala Biro Pemeritahan Muliadi, dan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Harmin Ramba.

Dari unsur perwakilan Forkopimda juga turut hadir di antaranya Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra, perwakilan Komandan Korem 143 Halu Oleo, dan perwakilan Kapolda Sultra. Selain itu, dari instansi lainnya juga hadir perwakilan Kepala BIN Daerah Sultra.

Peringatan Hari Otoda XXVI Tahun 2022 ini mengusung tema “Dengan Semangat Otonomi Daerah Kita Wujudkan ASN yang Proaktif dan Berakhlak dengan Membangun Sinergi Pusat dan Daerah dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Emas 2045”.

Puncak peringatan Hari Otoda ini juga dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Sistem Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (SILPPD) versi 1.1 dan Konsultasi Virtual Otonomi Daerah.

Sebelumnya, Gubernur Sultra Ali Mazi hadir sebagai narasumber dalam talkshow yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (21 April 2022). Acara tersebut merupakan rangkaian dari peringatan hari Otoda XXVI.

Puncak peringatan Hari Otoda XXVI dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri Suhajar Diantoro mewakili Mendagri. Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekjen, Mendagri menyampaikan filosofi dari ditetapkannya Otoda yang saat ini genap berusia 26 tahun.

“Tujuan dilaksanakannya otoda yaitu mendelegasikan sebagian kewenangan dan sebagian urusan pemerintah yang sejatinya untuk menjadikan daerah mencapai kemandirian fiskal dengan menggali berbagai potensi sumber daya yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), serta mengacu terjadinya percepatan dan pemerataan di daerah,” kata Mendagri dilansir Kominfo Sultra.

Setelah 26 tahun berlalu, kata Mendagri, otonomi daerah telah memberikan dampak positif. Dibuktikan dengan adanya percepatan pembangunan yang ditandai dengan meningkatnya angka indeks pembangunan daerah, bertambahnya pendapatan asli daerah, dan kemampuan fiskal daerah.

Mendagri juga menyampaikan terima kasih kepada daerah-daerah otonomi baru yang telah berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah dan kemampuan fiskalnya.

“Peningkatan tersebut diharapakan dapat dimanfaatakan untuk program-program pembangunan dan kesejahtraan rakyat sehingga dapat meningkatkan angka indeks pembangunan manusia, menurunkan angka kemiskinan, meningakatkan konektifitas, serta akses infrastriktur yang baik,” lanjutnya.

Mendagri juga mengimbau daerah-daerah yang masih rendah PAD-nya agar melalukan terobosan dan inovasi untuk menggali berbagai potensi yang dapat memberikan nilai tambah serta meningakatkan PAD tanpa melanggar hukum dan norma yang ada, serta tidak memberatkan rakyat.

“Berdasarkan berbagai data dan indikator yang ada, Indonesia merupakan salah satu negara yang mampu mengendalikan pandemi Covid-19. Hal ini dapat dijadikan momentum untuk membangun kembali sendi-sendi ekonomi dan sosial masyarakat dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi nasional, setelah dua tahun terakhir menghadapi tantang pandemi Covid-19,” tutupnya. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini