Ketua Dharma Wanita Busel Ajak Warga Tekan Stunting

0
157
Ketua Dharma Wanita Buton Selatan Yuniar Budiman saat kunjungan ke Kecamatan Lapandewa. Sumber Foto Kominfo Busel

BUTONNEWS. COM: BATAUGAKetua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton Selatan Yuniar Budiman ke Kecamatan Lapandewa  dirangkaikan dengan pembinaan tim penggerak PKK Lapandewa. Ia mengajak warga untuk berperan aktif menekan angka stunting.

Ketua dharma wanita (DW) Busel Yuniar Budiman menyampaikan, kunjungannya ini dalam rangka silaturahmi dengan ibu-ibu DW karena kunjungan DW di Kecamatan Lapandewa ini merupakan kunjungan perdana.

Ia mengajak kepada agar ibu-ibu DW selalu beraktifitas SDM dan  inovasi diri dalam membantu tugas-tugas suami. DW juga harus berperan aktif memberikan pemahaman dan pendidikan di masyarakat membantu terutama terkait stunting di Buton Selatan. Apalagi Buton Selatan sebagai daerah dengan stunting tertinggi d Sulawesi Tenggara.

“Kepada tim penggerak PKK selalu berbuat dan berinovasi bagaimana meningkatkan ekonomi keluarga,” harapnya.

Yuniar berharap pembinaan yang dilakukan dari tim penggerak PKK Kabupaten jangan berhenti saat ada kunjungan saja. Tetapi kegiatan PKK di Kecamatan Lapandewa  dapat berkelanjutan. Mari berbuat dan berinovasi berikan yg terbaik untuk daerah kita.

Kunjungan ini  juga sekaligus  dalam rangka mempersiapan supervisi tim penggerak PKK provinsi Sulawesi Tenggara Kecamatan Lapandewa mengikuti lomba.

Seperti diketahui Kabupaten Buton Selatan prevalensi stunting masih sangat tinggi. Pada tahun 2021 stunting mencapai 35,7 persen dan Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) sebesar 45,2 persen.

Ini menempatkan posisi Kabupaten Buton Selatan diantara kabupaten lain di
Sulawesi Tenggara menjadi peringkat pertama tertinggi. Oleh karena itu
pemerintah Kabupaten Buton Selatan berkomitmen kuat untuk menekan prevalensi stunting.

Progres pemerintah pusat sangat jelas
menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen target Sustainable Development Goals (SDGs), kita pada tahun 2024. Pada tahun 2030, sesuai dengan harap prevalensi stunting sudah 0 (nol) di negara ini.

Pj Bupati Busel La Ode Budiman sebelumnya mengatakan, target Pemkab, diharapkan sesuai Renstra Pemkab Busel pada tahun 2022  harus bisa menurunkan prevalensi stunting sampai 30 persen. Tahun 2023 target yang ingin dicapai menjadi 26 persen dan 2024 menjadi 24 persen.

Dan Pemkab Busel sangat mengharapkan adanya peran aktif dari semua stakeholders terkait untuk mencapai target yang dimaksud. Untuk menurunkan target diatas bukan menjadi perkara yang gampang tetapi butuh

Sejak tahun 2019 yang lalu seluruh 514 Bupati dan Wali Kota seluruh Indonesia telah menandatangani komitmen bersama untuk melakukan percepatan penurunan stunting

“Saya meminta kepada para Camat, Kepala Desa dan Lurah untuk memastikan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas di wilayah, dan dipastikan bahwa setiap intervensi yang diperlukan sampai hingga ke tingkat keluarga yang
dikategorikan rawan stunting, ” harapnya.

“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian, tetapi memerlukan kolaborasi dan dukungan dari saudara-saudara sekalian, ” tambahnya lagi.

Ia menambahkan, masa depan kita tergantung pada aksi dan langkah kolaboratif yang lakukan sekarang. Dalam menyongsong masa depan, harus optimis namun tidak boleh lengah. Anak-anak bangsa di daerah Kabupaten Busel adalah bagian dari masa kini dan masa depan. Sekarang rawat mereka, kelak mereka yang merawat daerah ini.

Data terakhir April 2022, jumlah kasus stunting mencapai 783 kasus. Tahun 2019, angka stunting Busel menyentuh angka 40 persen lebih.

Tiga 3 penyebab terjadinya yang menjadi masalah persoalan asupan gizi sejak dalam kandungan, masalah genetik bahkan yang paling mendasar adalah pola asuh yang terbilang keliru dan menjadi sebuah kebiasaan.

Stunting di Busel mencapai 30 persen ditahun 2022 sesuai data aplikasi elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

Salah satu langkah yang dilakukan adalah membina kaderisasi hingga ditingkat desa. Para kader ini diberi tugas memberikan pemantauan dan edukasi kepada para calon pasangan yang menikah.

Ciri stunting ini diantaranya pertumbuhan anak yang lambat yang menyebabkan anak tersebut tumbuh pendek. Dimana akan beresiko dengan kesulitan belajar, kemampuan kognitifnya lemah, mudah lelah tak lincah.

Ia berharap ada kaloborasi semua pihak bukan hanya pemerintah daerah tapi pun harus ada kesadaran seluruh masyarakat berperan aktif mencegah dan menekan angka stunting. (adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini