Tekan Inflasi, Pemkab Busel Luncurkan Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen dan Sehari tanpa Nasi

0
95
Pj Bupati Busel La Ode Budiman didampingi sejumlah pejabat eselon II meluncurkan tanaman cepat panen dan sehari tanpa nasi di Kelurahan Majapahit. (Foto istimewa)

BUTONNEWS. COM: BATAUGA-Salah satu upaya menekan angka inflasi. Gerakan tanam pangan cepat panen dan gerakan satu hari tanpa nasi (one day no nice) resmi diluncurkan pemerintah Kabupaten Buton Selatan, di Kelurahan Majapahit, Rabu (23/11/2022).

Peluncuran gerakan ini secara simbolis Pj Bupati Busel La Ode Budiman. Peluncuran  program ini diharapkan dapat memberikan pengaruh yang sangat luas diantarranya adalah mengatasi masalah ketahanan pangan dan inflasi.

Budiman juga menyerahkan bantuan sosial melalui dana hibah tahun 2022. Bantuan itu berupa uang tunai masing-masing Rp 5 juta untuk lima kelompok tani. Program itu dengan penanaman pekarangan pangan lestari (P2L).

Menurut Pj Bupati La Ode Budiman, jenis tanaman yang disemai adalah tanaman yang cepat panen berupa sayur mayur. Dari tanaman itu pula diharapkan mampu menghasilkan duit untuk menopang ekonomi keluarga.

Pj Bupati Busel La Ode Budiman bersama istri usai menyerahkan bantuan dana hibah kepada kelompok tani di Kelurahan Majapahit. (Foto Istimewa)

“Manfaatkan lahan tidur untuk tanaman yang cepat panen seperti sayur-sayuran. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan  sehari-hari juga diharapkan mampu menghasilkan untuk membantu memenuhi ekonomi keluarga, ” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kepada para petani, kelompok-kelompok tani lainnya untuk berpacu berpartisipasi melakukan kegiatan penanaman dan terus memanfaatkan pekarangan di sekitar rumah dengan program P2L maupun pemanfaatan lahan kosong. Dimana itu dijadikan tempat penanaman bahan pangan, hal tersebut akan menjadi suatu support sistem yang sangat baik terhadap ketahanan pangan.

Untuk mendukung pemberdayaan para kelompok tani dalam menyukseskan program P2L. Ia juga mengharapkan, diselenggarakannya kegiatan ini bisa menjadi komitmen untuk mendukung terwujudnya alternatif menu pangan yang sehat, seimbang, bergizi, dan aman.

“Serta membuat upaya-upaya positif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” harapnya. (rds)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini