Pertama di Sultra, Jembatan Rangka Baja Dibangun di Butur

0
104

BUTONNEWS.COM : BURANGA – Kepala Dinas PUPR Buton Utara Mahmud Buburanda dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Jembatan penghubung antara desa Langere dan Tanah merah menjelaskan terkait pembangunan jembatan tersebut, pada hari Sabtu (4/3) di desa Langere, kecamatan bonegunu.

Bahwa ini terkait peletakan batu pertama pembangunan Jembatan penghubung antara desa Langere dan pulau tanah merah ,

Untuk anggaran nya bersumber dari dana PEN dan kemudian sharing dana APBD Buton Utara, dimana besar anggaran nya sebesar kurang lebih 32 Miliar.

Kemudian untuk pekerjaan nya dimulai dari Desember 2022 kemarin sampai dengan sampai dengan Desember 2023.

Lebih Jelasnya kadis PU, bahwa untuk jembatan ini, memang bentangnya bentang 100 meter panjang.

“Jembatan langere-tanah merah ini menggunakan rangka baja type B 100, dengan lebar  7 meter, menggunakan 2 abutmen pondasi kantilever tanpa pier tengah, pondasi bore pile, jelasnya.

Kemudian untuk type ini setahu saya yg pertama di sultra, ungkapnya

Selanjutnya Bupati Buton Utara Muhammad Ridwan Zakariah bahwa Buton Utara sebagai daerah yang masih terus berkembang dan tumbuh sehingga masih memiliki perhatian misalnya infrastruktur yang masih kurang sehingga butuh perhatian serius dari pemerintah provinsi maupun pusat.

Dengan alasan itu, Bupati terus melakukan terobosan-terobosan dalam meningkatkan infrastruktur dasar dalam memudahkan akses bagi masyarakatnya.

Alasan lainnya misalnya kata Bupati bahwa pada bulan-bulan tertentu seperti bulan Mei hingga September merupakan musim timur yang sangat keras untuk melewati laut, terutama desa Langere dan Tanah Merah menjadi sangat terisolir sehingga betul-betul masyarakatnya sangat termarginalkan baik secara sosial maupun secara ekonomi, jelasnya.

Untuk itu kata Bupati mengingatkan, bahwa kegiatan pembangunan jembatan ini adalah sebuah rahmat dari Allah SWT yang telah lama dinanti-nantikan, lanjutnya.

Dengan penuh kesadaran yang tinggi pemerintah harus bertanggung jawab untuk memenuhi keadilan bagi seluruh rakyatnya.

“Dengan ini kita harus sadari bahwa negara harus hadir disetiap penderitaan masyarakat, dan ini bukti nyata kepedulian sosial kita” peduli bupati.

Makanya waktu lalu kata Bupati ” Ketika saya mulai ada ide untuk meminjam dana, saya tidak berpikir untuk kepentingan golongan, satu saja yaitu keadilan sosial, akunya.

Pada kesempatan yang sama juga langsung diberi nama Jembatan

Berdasarkan kesepakatan bersama, jembatan yang akan dibangun tersebut diberi nama “Jembatan Merah Putih”, nama tersebut dimaksudkan untuk menanamkan jiwa nasionalisme kepada masyarakat,  untuk itu kepada masyarakat Langere dan Tanah Merah marilah kita pelihara bersama aset negara ini. Ini merupakan rahmat Tuhan, untuk itu kita harus bersyukur dan harus benar-benar bertanggung jawab.

“Untuk itu kepada kita semua khususnya masyarakat Desa Langere dan Tanah Merah sekali lagi mari kita pelihara bersama aset kita ini yang Insya Allah dalam tahun ini juga mudah-mudahan akan bisa diselesaikan, ” himbaunya.(adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini