Kepala KUA Sampolawa: Manfaatkan 10 Malam Terakhir Ramadhan untuk Bertobat

0
263

BUTONEWS. COM: BATAUGA–Momentum peringatan nuzulul Quran tak disiasiakan warga Dusun Ndauli dan Lapataha di Masjid Nurul Huda Ndauli, Desa Bangun, Kecamatan Sampolawa, Buton Selatan, Rabu (12/4/2023) malam ini. Peringatan nuzulul Quran ini diselenggarakan penuh hikmad.

Diawali dengan aquistik salawat oleh grup remaja perempuan dan laki-laki. Lantunan salawat diiringi gitar menyentuh hati para tamu undangan.

Ketua Panitia La Ode Haswar Rezik mengajak jamaah nuzulul Quran untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman penuntun dalam kehidupan.

“Mari kita jadikan Al-Quran sebagai penuntun dalam kehidupan, ” harapnya.

Kepala Kepala Urusan Agama (KUA) Sampolawa La Ode Sabahi mengatakan, AlQuran diturunkan Allah ditempat penuh rahmat kasih sayang. Itulah yang dikenal malam lailatul Qadar. Turunnya kitab suci paling mulia. Jika beribadah dimalam itu sama saja menunaikan ibadah selama 1000 bulan.

Ia mengapresiasi Qoriah pembaca kitab suci Al-Quran nuzulul Quran. Sebab menurutnya ada bibit yang terpendam. Namun tak ada wadah lembaga yang memadai. Kata dia, di Watiginanda dan Wawoangi sudah ada pariwisata. Namun tiap tahun Sampolawa saat momentum MTQ yang wakili Sampolawa dari luar. Idealnya wakil peserta harus dari daerah itu juga. Ia berharap ada qori-qoriah lahir dari Desa Bangun.

Ia memaparkan kisah penciptaan asal muasal manusia dimuka bumi ini. Dari awal yang hina. Karena itu untuk menjawab itu
Al-Quran sebagai petunjuk dan pedoman kitabulah dari Allah SWT.

“Orang yang bertakwa itu yang takut Allah.
Al-Quran itu sebagai pembeda antara yang hak yang batil. Yang membedakan antara halal dan haram, ” ujarnya.

Al-Quran itu mengajarkan pengetahuan bagi manusia. Hubungan kita dengan Allah SWT sudah diatur dalam Al-Quran. Olehnya itu kita harus banyak berzikir, bersukur kepada Allah SWT. Bertobat nasuha bersungguh-sungguh di bulan suci ramadhan.

“Didunia tempat bertobat, beristighfar, bagaimana caranya agar dekat dengan Allah. Tapi harus seimbang juga dengan urusan dunia, ” tambahnya lagi.

Kades Bangun Kaimuddin mengajak masyarakatnya untuk menjadikan Al-Quran sebagai penuntun hidup. Menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Mengamalkan hikmah yang disampaikan penceramah tadi hingga akhir hayat.

Kades Bangun Kaimuddin bersama tamu undangan

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mempertahankan tali silaturahmi persaudaraan. Kekompakan leluhur kita dulu dipertahankan dan ditingkatkan.

Ia berharap masyarakat kadie Wawoangi tetap kokoh tali persaudaraan generasi mudanya dan seluruh warganya.

Penampilan Qasidah cilik

Peringatan nuzulul Quran ini dipersembahkan pula qasidah grup cilik, remaja perempuan. Uniknya ditampilkan pula grub Qasidah remaja laki-laki. Penampilan grup qasidah ini memukau pengunjung dan tamu undangan. Hingga berita dirilis semarak perayaan nuzulul Quran sementara berlangsung.(hafiz)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini