Kapal Tenggelam di Buteng 15 Orang Meninggal, Nahkoda Diperiksa

0
209

BUTONNEWS.COM: LABUNGKARI– Sebanyak 15 orang meninggal dunia dalam insiden tenggelamnya sebuah kapal penyebrangan di Teluk Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara, Minggu (24/7/2023) pukul 24.00 Wita.

Pukul 02.50 Wita Tim Rescue Unit Siaga SAR Muna diberangkatkan dengan menggunakan Rescue Car membawa 1 Unit Rubber Boat untuk memberikan bantuan awal. Jarak tempuh LKK dengan Unit Siaga SAR Muna sekitar 95 KM.

Pun pada pukul 04.50 Wita ,KPP Kendari ikut menurunkan Tim Rescue Pos SAR Baubau dengan menggunakan RB 210 dengan membawa 2 Unit Rubberboat untuk memberikan bantuan SAR. Jarak tempuh lokasi kejadian dengan pelabuhan murhum Baubau sekitar 16 NM.

Pukul 05.20 Wita Unit Siaga SAR Muna tiba di LKK dan langsung berkoordinasi dengan aparat setempat.Pada pukul pukul 06.10.Wita Tim Rescue Pos SAR Baubau dengan menggunakan RB210 tiba di LKK.

Kapal penyebrangan antar desa tenggelam pada saat melakukan penyebrangan dari Lanto menuju Desa Lagili saat menghadiri konser peringatan HUT Buteng ke 9.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Muhamad Arafah menyatakan semua korban kapal tenggelam di diteluk Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara telah ditemukan.

Dijelaskan berdasarkan perkembangan identifikasi korban dari pihak Polres Buton Tengah, jumlah korban sebanyak 48 orang. Masing-masing 33 orang selamat. 15 orang meninggal dunia.

“Total keseluruhan POB 48 orang
Dirilis sebelumnya, korban selamat yang terdata sebanyak 6 orang, 27 orang lagi yang sebelumnya tidak terdata/melaporkan dikarenakan korban selamat tersebut langsung pulang kerumah,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/7/2023).

Dikatakan ditemukannya seluruh POB kapal tersebut, Ops SAR terhadap kecelakaan kapal yakni 1 kapal penyebrangan antar desa yang tenggelam diteluk Mawasangka Tengah dinyatakan selesai dan ditutup, seluruh unsur yang terlibat di kembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Sementara itu, Kapolres Buton Tengah AKBP Yanna Nurhandiana menyatakan polisi telah mengamankan pria inisial S, nakhoda kapal penyeberangan yang tenggelam di Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra). Nakhoda kapal tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan polisi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kapal tenggelam diduga karena kelebihan muatan. Kapal tersebut semestinya hanya bisa ditumpangi maksimal 15 orang, namun membawa 48 orang ketika kecelakaan terjadi.

“Untuk dugaan awal penyebabnya karena muatan penuh (kelebihan muatan). Jumlah penumpang itu katinting (kapal) harusnya sekitar 15-10 orang, ini sampai 48 orang,” ujarnya. (rds)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini