Diduga Dikeroyok Pemuda Desa Tira Meninggal, Keluarga Desak Polisi Ungkap Pelaku

0
455
Korban ditemukan banyak mengalami luka. IST

BUTONNEWS.COM: BATAUGA–Ridwan pemuda asal Desa Tira, Kecamatan Sampolawa meninggal dunia. Ia diduga usai jadi korban penganiayaan berat sekelompok orang saat menghadiri pesta joget di Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa, Kebupaten Buton Selatan, Selasa (12/12/2023) malam.

Keluarga korban, Darlin, SH menyatakan peristiwa tragis itu bermula, pada Rabu (13/12/2023) dini hari. Saat korban bersama rekanya secara beramai-ramai menghadiri acara joget yang berada di Desa Gerak Makmur.

Saat waktu sudah memasuki larut malam mereka berembuk untuk pulang. Di konfirmasi mereka menggunakan motor, pada saat menuju tempat parkiran motor. Salah satu dari mereka di hadang, oleh beberapa oknum pemuda dalam kondisi mabuk,” ujar dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Kamis (14/12/2023).

Tak lama kemudian kata Darlin, sekelompok oknum pemuda lain menodongkan pisau dan parang. Korban bersama rekan-rekannya sempat berupaya melarikan diri. Namun terlanjur terkepung dikarenakan jumlah para pelaku terlalu banyak.

Dikatakan, dalam kondisi yang tegang, seketika korban dipersekusi, dikeroyok, dibunuh dengan menggunakan pisau, dan parang. Korban sempat berteriak, meminta pertolongan dan berusaha melarikan diri, tetapi upaya itu sia-sia, karena jumlah mereka yang cukup banyak.

Saat ditemukan luka korban cukup banyak, saat itu korban hendak  di bawah di Puskesmas Gerak Makmur. Namun tak tertolong lagi.

Lanjut dia, satu korban lainya bernama La Suhardin. Ia juga mengalami luka tusuk dan sabetan benda tajam.

Kasus tersebut saat ini telah ditangani Polres Buton. Darlin berharap pihak kepolisian agar secepatnya bertindak dan segera menyelesaikan kasus tersebut.

“Kami akan mengawal kasus ini sampai selesai. Kepolisian harus secepatnya melakukan penangkapan, ini pidana murni, saksi di TKP ada, saksi korban ada,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan keluarga korban lainya Habsir. Ia juga berharap kepolisian dapat secepatnya mengungkap kasus tersebut.

Kata dia, korban Ridwan meninggal dunia akibat dikeroyok. Korban ditemukan di bawah kolong rumah panggung warga. Di tubuh korban banyak ditemukan luka sabetan benda tajam. Beberapa bagian tubuh lainya juga mengalami memar akibat pukulan benda tumpul.

“Kami keluarga sangat berharap kasus ini diungkap secepatnya. Kasus ini kami serahkan ke kepolisian untuk diungkapkan secepatnya sehingga bisa ditangkap dan dihukum sesuai peraturan yang berlaku pelakunya, ” harapnya saat ditemui di rumah duka, kemarin. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini