Lansia di Batauga Terancam 15 Tahun Penjara, Perkosa Siswi SD

0
1033
Terduga pelaku LK diamankan Polsek Batauga

BUTONNEWS.COM: BATAUGA–LK (56) seorang pria lanjut usia (Lansia) harus berurusan dengan hukum. Pasalnya, dia diduga tega melakukan aksi tak senonoh kepada anak tetangganya di salah satu kelurahan, di Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan.

Kanit Reskrim Polsek Batauga Aipda La Ode Asrun SH menyatakan, LK diduga tega mencabuli anak perempuan sebut saja Mawar (11) yang masih duduk di bangku SD kelas 4. Aksi tak senonohnya itu dilakukanya di rumah pelaku yang tinggal seorang diri.

Dikatakan, diduga aksi bejat bujang lapuk itu dilakukan kepada korban sejak masih duduk di bangku kelas 3 SD tahun 2023 lalu. Aksi tak bermoral itu dilakukan berulang kali.

“Terakhir aksi cabulnya itu terungkap Selasa (6/2/2024) setelah korban keluar dari rumah pelaku. Melihat korban tetangga lain curiga bertanya kepada korban. Mawar bercerita sambil berurai air matanya menceritakan peristiwa yang dialaminya, ” ujarnya.

Saat itu pula orang tua korban melaporkan kasus dugaan pemerkosaan itu kepada polisi. Kata Asrun, aksi bejat pelaku bukan kali pertama dilakukan. Pelaku melancarkan aksinya dengan mengiming-iming korban memberikan uang Rp 5000. Pelaku juga mengancam membunuh korban jika menceritakan aksinya kepada orang tua dan siapapun.

Menurutnya, setelah ditangkap, polisi melakukan penyelidikan. Pelaku mengakui perbuatanya. Aksinya itu dilakukan sudah berulang kali sejak 2023 lalu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya terduga pelaku sudah diamankan polisi. Dikatakan untuk mengungkap kasus ini pihaknya masih terus mengembangkan.

Pelaku terancam dijerat Pasal 81 Jo 76D atau Pasal 82 Jo Pasal 76E UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak  dengan ancaman 15 tahun penjara.

Sementara itu, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Buton Selatan, Wa Ode Siti Sahara, mengaku pihaknya sudah melakukan asesmen dan pendampingan khusus kepada korban. Pihaknya juga melakukan pendampingan untuk pemulihan kondisi mental korban saat ini.

Ia mengakui dari fisik korban mengalami  hilang kepercayaan diri, menarik diri dari pergaulan, kemudian takut.

“Kami melakukan pendampingan konseling karena korban hilang percaya diri, merasa takut, kami berupaya melakukan pemulihan mental korban, ” ujarnya.

Ia juga menerangkan bahwa korban sempat merasa takut ketika dikunjungi oleh tim PPA Buton Selatan di rumahnya.(adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini