Baru Maret Kasus DBD di Busel 50 Kasus, Sampolawa Terbanyak

0
2123
Petugas Puskesmas Sampolawa saat berkunjung di salah satu rumah warga. Foto Istimewa

BUTONNEWS.COM: BATAUGA–Hingga pertengahan Maret 2024 ini tercatat 50 kasus pasien terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buton Selatan.

Wilayah tertinggi kasus DBD di Kecamatan Sampolawa 34 kasus, menyusul Batauga dan Siompu. Angka yang terinfeksi ini meningkat tinggi. Dua kali lipat, dibandingkan kasus DBD sepanjang tahun 2023 lalu hanya 25 kasus.

DBD di Buton Selatan telah masuk pada kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Satu orang tercatat meninggal dunia.

Kadis Kesehatan Busel, Dedi Hasriadi menyatakan, wabah ini akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Kasus DBD paling banyak menyerang anak-anak hingga balita.

Wabah penyakit nyamuk demam berdarah hampir tersebar menyeluruh pada tiap-tiap desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Sampolawa 34 kasus. Di Batauga di Desa Lawela.

“Tercatat hingga saat ini 50 kasus DBD, paling banyak dari pasien rujukan Puskesmas Sampolawa. Angka itu juga menyebar di Kecamatan Batauga di Lawela dan di Siompu, ” ujarnya ketika dikonfirmasi media ini melalui telefon selulernya, Kamis 21 Maret 2024.

Kata dia, untuk menangani dan memberantas kasus DBD ini, Pemkab Buton Selatan lakukan penangan serius. Pj Bupati menginstruksikan langsung untuk bekerja cepat dan tepat.

Ia merincikan angka pasien anak paling tinggi rujukan dari Puskesmas Sampolawa ke RSUD Buton Selatan. 34 kasus DBD di Kecamatan Sampolawa yang terdiri dari 20 kasus demam berdarah (DBD) dan 14 kasus demam dengue (DD) yang menyerang balita, anak-anak, hingga remaja.

Menurutnya, ini akibat kondisi anomali cuaca hujan berdampak kondisi lingkungan di seluruh daerah, yang bukan hanya saja di Buton Selatan. Serta kebiasaan pola hidup sehat yang tidak menjadi perhatian serius.

Mantan Kadis BPMDes ini menjelaskan sudah dilakukan langkah-langkah penanganan yakni pengebotan, perawatan penderita, penyelidikan epidemiologi,  pemberantasan sarang nyamuk, pembagian Abate, penyuluhan fogging, hingga pembagian kelambu.

Bersama puskesmas Sampolawa sudah dilakukan fogging di daerah yang rawan nyamuk DBD serta melakukan kunjungan ke rumah rumah warga setempat khususnya rumah pasien DBD yang dinyatakan sudah sembuh.

“Kita sudah lakukan fogging di Lawela Batauga, di Sampolawa di Kelurahan Katilombu, ” ujarnya.

Tak cukup hanya itu intervensi lain adalah pembagian kelambu ditambah sebanyak 200 pcs. Nantinya akan ditambah jumlah pembagian kelambu. Pembagian kelambu ini juga sudah di lakukan di Desa Wawoangi dan Katilombu.

Ia menjelaskan, fogging itu merupakan langkah dalam membunuh nyamuk yang sudah terindikasi terinfeksi. Tapi didahului dilakukan abatesasi di penampugan bak air masyarakat. Pemberantasan sarang nyamuk melalui kerja bakti paling sedikit satu hari per minggunya.

Paling penting kata dia, sosialisasi kampanye pola hidup bersih kepada masyarakat. Pihaknya sudah melakukan advokasi kepada pejabat pemegang kuasa kebijakan ditingkatkan kelurahan dan desa.

“Jadi kami sudah sarankan melalui intervensi desa kelurahan agar tiap satu minggu sekali kerja bakti, karena nyamuk berkembang biak selama satu minggu, ” ujarnya.

Pj Bupati Buton Selatan, La Ode Budiman ikut prihatin dengan meningkatkan kasus DBD di daerah yang dipimpinya itu. Budiman terjun langsung di titik lokasi menemui pasien yang sehat maupun yang masih dirawat.

Ia bergerak cepat menyalurkan bantuan berupa kelambu kepada para pasien DBD yang dinyatakan sudah sembuh dan warga yang berjarak radius 100 meter dari rumah penderita DBD di Desa Wawoangi, Sampolawa, Buton Selatan.

Ia berharap wabah ini meningkat makanya harus disikapi dengan cepat dan tepat. Jika tidak akan berakibat fatal.

Budiman juga berharap sangat penting dilakukan koordinasi, komunikasi dan kerjasama dalam melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk serta melakukan kerja bakti secara masal.(adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini